Diskusi langkah-langkah pengendalian WBC dilaksanakan dengan tujuan : 1). Mengetahui status dan sebaran serangan, 2). Indikator dan faktor penyebab outbreak, 3). Tindakan tanggap darurat (responsif) untuk lokalisasi serangan, 4). Langkah jangka menengah/panjang agar ledakan serangan WBC tidak terulang dimasa yang akan datang. Diskusi dilaksanakan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), Bogor dengan narasumber dan peserta dalam negeri dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan (Ditlintan), Balai Penelitian Klimatologi (Balitklimat), Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Puslitbangtan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gajah Mada (UGM) maupun luar negeri dari International Rice Research Institute (IRRI). Dari hasil pemaparan narasumber dan diskusi diperoleh rumusan langkah-langkah pengendalian dan rencana tindak lanjut, serta pihak yang menindaklanjuti sebagai berikut :
- Indikator dan faktor penyebab ledakan serangan WBC
- Terjadi anomali iklim La-Nina, yang ditandai dengan turunnya hujan di musim kemarau (kemarau basah). Parameter iklim yang menjadi indikator serangan WBC tinggi adalah adanya perbedaan suhu minimum OC dan kelembabab relatif 6-10% lebih tinggi dibandingkan kondisi saat iklim normal.
- Musim kemarau yang basah menyebabkan air cukup tersedia untuk tanam padi, sehingga tanam tidak serentak dalam satu hamparan.
- Pertanaman varietas padi dengan variasi gen tahan yang sempit.
- Pemupukan nitrogen berlebihan.
- Varietas rentan (kentan, unggul lokal dan hibrida).
- Perubahan biotipe ditandai dengan munculnya populasi Biotipe 4.
- Penggunaan intektisida yang tidak mengikuti 5 Tepat (Tepat Jenis, Dosis dan Konsentrasi, Sasaran, Cara, dan Waktu). Aplikasi insektisida dilakukan pada pagi hari,stadia vegetatif awal tanaman dan arah penyemprotan diatas kanopi.
- Hot spot tidak terkendali dengan baik.
- Rekomendasi pengendalian cepat (tanggap darurat)
Aksi tanggap darurat dimaksudkan dalam jangka pendek sebelum memasuki musim tanam musim hujan (MH) 2010/2011 dilakukan lokalisasi serangan. Fokus pengendalian pada hot spot serangan WBC di areal SL-PTT Padi sawah di Provinsi Banten (Kabupaten Pandeglang), Jawa Barat (Kabupaten Subang, Karawang, Indramayu, Cirebon) Jawa Tengah (Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Boyolali, Pekalongan, Pemalang, Tegal) dan Jawa Timur (Kabupaten Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Lamongan) dengan lebih mengaktifkan pendampingan oleh peneliti dan koordinasi gerakan oleh Ditjen pada Pemerintah (Dinas Pertanian: Diperta) di daerah.
Areal terlanjur tanam padi sebelum MH 2010/2011- Eradikasi selektif tanaman terkena virus yang dalam pelaksanaannya perlu dipertimbangkan adanya bantuan oleh Pemerintah: Ditjentan.
- Monitoring populasi migran dengan lampu perangkap untuk menentukan waktu aplikasi insektisida dan atau waktu tanam: Ditlintan, BBPOPT, dan BPTPH.
- Gunakan insektisida untuk menekan populasi migran dengan bahan aktif yang tidak menimbulkan resisten dan resujen: Ditlintan dan Komisi Pestisida.
- Penyemprotan dilakukan setelah embun pagi menghilang atau cuaca cerah saat daun padi tidak basah, diarahkan pada batang tanaman yang menjadi habitat WBC:Diperta.
- Peningkatan pengetahuan peneliti, penyuluh, Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) pendamping SL-PTT dengan penerbitan leaflet dan pelatihan : BB Padi dan peneliti pendamping.
- Penerapan strategi menghindari serangan (escape strategy), menggunakan lampu perangkap untuk mengetahui puncak kepadatan populasi migran, tanam dilakukan serentak seminggu setelah puncak penerbangan : Diperta dan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH).
- Pada areal yang memungkinkan sebelum tanam MH 2010/2011 diciptakan masa bera/ tanaman non-padi/ penutupan waduk/ pengolahan tanah serentak untuk memutuskan siklus WBC dan virus: Diperta dan BPTPH.
- Tanam varietas tahan (Inpari 13 dan lainnya), tunda penanaman varietas ketan, lokal dan hibrida yang peka sampai musim tanam musim kemarau (MK) 2011: Gerakan bersama yang dikoordinasikan oleh Ditjen.
- Hindarkan penggunaan insektisida untuk mengendalikan hama perusak daun saat stadia vegetatif awal : Gerakan bersama dikoordinasikan oleh Ditjen.
- Upaya jangka menengah-panjang.
Agar tidak terjadi outbreak WBC dimasa yang akan datang perlu strategi pengendalian dengan membangun ketahanan lingkungan melalui langkah operasional sebagai berikut :- Secara berkelanjutan meningkatkan pemahaman masalah Wereng Coklat bersama petani: Ditlintan dan Badan Sumberdaya Manusia Pertanian (Badan SDMP).
- Kampanye, lingkungan sehat dan pentingnya pengendalian alamiah: Ditlintan dan IPB.
- Ecological Enginering untuk meningkatkan biodiversity tanaman dan serangga: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbangtan) melalui Konsorsium Litbang Padi.
- Penerapan pola tanam fan pergiliranm varietas: Ditjen dan Diperta.
- Perakitan varietas tahan dengan pyramiding gene: Badan Litbangtan (Konsorsium Litbang Padi).
- Memonitor perubahan biotupe WBC dan resistensi/rejurjensi insektisida : Ditlantan, BBPOPT, BPTPH, BB Padi dan UGM.
- Saran Rencana Tindak Lanjut.
- Penerbitan leaflet oleh BB Padi minggu ke-2 September 2010.
- Pelatihan direncanakan pada minggu ke 3-4 September untuk peneliti BPTP pendamping SL-PTT dikoordinasikan oleh Puslitbangtan, sedangkan untuk penyuluh dan POPT dikoordinasikan oleh Ditjentan.
- Pertemuan koordinasi SL-PTT daerah hot spot WBC dikoordinasikan oleh Ditjen minggu ke-4 September.
VUB Tahan Wereng
| No | Varietas | Potensi (t/ha) | Umur (Hari) | Tekstur | BS (Kg) | FS (Kg) |
| 1 | Inpari2 | 7,3 | 115 | Pulen | 123 | 178 |
| 2 | Inpari3 | 7,5 | 110 | Pulen | 31 | 153 |
| 3 | Inpari6 | 10,2 | 118 | Pulen | 15 | 0 |
| 4 | Inpari13 | 8,0 | 99 | Pulen | 23 | 0 |
| 5 | IR66 | 4,5 | 115 | Pera | 13 | 0 |
| 6 | IR74 | 5,0 | 115 | Pera | 11 | 0 |
Rumusan Diskusi
LANGKAH-LANGKAH PENGENDALIAN
WERENG BATANG COKLAT

Puslitbangtan
Bogor 30 Agustus 2010
INDIKATOR DAN FAKTOR PENYEBAB OUTBREAK
Indikator
- Turunnya hujan di musim kemarau (kemarau basah).
- Suhu minimum 1-2 oC lebih tinggi dibandingkan kondisi saat iklim normal.
- Kelembaban nisbi 6-10% lebih tinggi dibandingkan kondisi saat iklim normal.
STATUS DAN PERKIRAAN LUAS SERANGAN
- Luas serangan Wereng Batang Coklat (WBC) sampai Agustus 2010 mencapai 105.372 hd dengan luas tanaman puso 4.161 ha, terluas 10 tahun terakhir.
- Apabila kondisinya sama (LaNina) maka pada MH 2010/2011 diperkirakan luas serangan berkisar antara 69.341 ha- 91.409 ha.
- Hot spot :
- Banten : Kabupaten Pandeglang
- Jawa Barat : Kabupaten Subang, Karawang, Indramayu, Cirebon.
- Jawa Tengah : Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Boyolali, Pekalongan, Pemalang, Tegal, dan
- Jawa Timur : Kabupaten Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Lamongan.
FAKTOR PENYEBAB OUTBREAK
- Musim kemarau yang basah, sehingga tanam tidak serentak dalam satu hamparan.
- Pertanaman varietas padi dengan varietas gen tahan yang sempit.
- Pemupukan nitrogen berlebihan.
- Varietas rentan (ketan, unggul lokal dan hibrida).
- Perubahan biotipe ditandaidengan munculnya populasi Biotipe 4.
- Penggunaan insektisida penyebab resisten dan resurjen.
- Aplikasi insektisida yang tidak mengikuti 6 tepat
- hot spot tidak terkendali dengan baik.
REKOMENDASI PENGENDALIAN TANGGAP DARURAT
Areal Terlanjur Tanam
- Eradikasi selektif tanaman terkena virus,
- Monitoring pupulasi migran dengan lampu perangkap untuk menentukan waktu aplikasi Insektisida dan atau waktu tanam,
- Gunakan insektisida untuk menekan populasi migran dengan bahan aktif yang tidak menimbulkan resisten dan sesurjen,
- Penyemprotan dilakukan setelah embun pagi menghilang atau cuaca cerah saat daun padi tidak basah, diarahkan pada batang tanaman.
UPAYA PENGENDALIAN JANGKA MENENGAH/PANJANG
- Secara berkelanjutan meningkatkan pemahaman petani terhadap pengendalian hama terpadu.
- Kampanye, lingkungan sehat dan pentingnya pengendalian alamiah.
- Ecological enginering untuk meningkatkan biodiversity tanaman dan serangga guna meningkatkan stabilitas lingkungan.
- Penerapan pola tanam.
- Perakitan varietas tahan dengan pyramiding gene.
- Memonitor perubahan biotipe Wereng Coklat dan resistensi/rejurjensi insektisida.
TANAMAN MH 2010/2011
- Peningkatan pengetahuan pendampi SL-PTT.
- Penerapan strategi menghindari serangan (escape strategy).
- Pada areal yang memungkinkan sebelum tanam MH 2010/2011 diciptakan masa bera/tanaman non-padi.
- Tanam varietas tahan (Inpari 13 dan lainnya),
- Hindarkan penggunaan insektisida untuk mengendalikan hama perusak daun saat stadia vegetatif awal.
SARAN RENCANA TINDAK LANJUT
- Penerbitan leafletoleh BB Padi minggu ke-2 September 2010.
- Pelatihan direncanakan pada minggu ke 3-4 September untuk peneliti BPTP pendamping SL-PTT dikoordinasikan oleh Puslitbangtan, sedangkan untuk penyuluh dan POPT dikoordinasikan oleh Ditjentan.
- Pertemuan koordinasi SL-PTT daerah hot spot WBC dikoordinasikan oleh Ditjentan minggu ke-4 September.








0 komentar:
Posting Komentar